Jejak 80.009 pertapaan yang telah sirna, menelusuri kembali napas Silla di Baekcheonsa (Sacheon)
Di Gyeongnam Sacheon di kedalaman Waryongsan, ada kisah yang diwariskan sejak zaman Silla yang sangat lampau. Dalam legenda yang menyebutkan adanya delapan puluh sembilan ribu hermitage, di manakah tempat yang masih tersisa di dekat kita untuk menjadi saksi sejarah itu? Di pusatnya, Baekcheonsa(Sacheon) berdiri.
Baekcheonsa, yang teguh menjaga tempatnya di tengah badai waktu, menunjukkan kepada kita semangat Buddha Silla yang mulai terlupakan serta harmoni dengan alam. Bukan sekadar kuil tua, kisah rahasia dan warisan budaya unik yang tersimpan di dalamnya membuat langkah para pengunjung terhenti.
Hari ini, mari kita mengurai benang kisah misterius itu dan bersama-sama menjelajahi makna waktu serta nilai masa kini yang disimpan Baekcheonsa.
Delapan Puluh Sembilan Ribu Hermitage dalam Legenda, Sejarah Panjang Baekcheonsa
Catatan bahwa pada masa Raja Munmu dari Silla, Seondae-sa pertama kali mendirikan Baekcheonsa menunjukkan akar kuil ini yang sangat dalam. Baekcheonsa(Sacheon), yang terletak di lereng Waryongsan, dengan tenang membuktikan bahwa tempat ini dahulu merupakan tanah suci Buddha tempat banyak hermitage berdiri. Legenda lisan tentang ‘delapan puluh sembilan ribu hermitage’ dengan jelas menunjukkan betapa penuhnya gunung ini oleh semangat para praktisi.
Wajah Lama Baekcheonsa yang Tercatat dalam Jinyangji

Menurut 『Jinyangji(晋陽誌)』, Baekcheonsa terletak di sisi barat Waryongsan. Di lembah timur yang mengalir dari Dosolam, terbentang pemandangan indah seperti Yanggutak, Johwangdam, dan Baekryeonpok, sementara di lembah barat yang terhubung dari Seonjeongam terdapat Sesimjeong dan Mugumdae. Yang paling menarik adalah catatan bahwa ada 16 kincir air di bagian atas dan bawah lembah timur-barat. Walaupun setelah Invasi Jepang ke Korea hanya 12 yang tersisa, hal itu membangkitkan imajinasi tentang kejayaan kawasan Baekcheonsa pada masa itu.
- Lembah timur: Bersumber dari Dosolam dan membentuk pemandangan indah seperti Yanggutak, Johwangdam, dan Baekryeonpok.
- Lembah barat: Mengalir dari Seonjeongam dan membanggakan pemandangan tenang serta menawan seperti Sesimjeong dan Mugumdae.
- Kincir air: Kincir air yang dahulu mencapai 16 lokasi menjadi simbol vitalitas Lembah Baekcheon.
Bersama catatan ini, sisa-sisa sebagian dinding penahan tanah dan pecahan genteng di sekitar bekas kuil secara samar menunjukkan betapa megah dan hidupnya Baekcheonsa(Sacheon) pada suatu masa.
Buddha di Dalam Tubuh, Dunia Kepercayaan Unik Baekcheonsa
Baekcheonsa bukan hanya kuil bersejarah, tetapi juga menyimpan Buddha istimewa yang sulit ditemukan di tempat lain, sehingga terasa semakin misterius. Inilah ‘Buddha di Dalam Tubuh’. Ini adalah bentuk unik yang menempatkan patung Buddha lain di dalam wujud Buddha, sehingga kita dapat melihat kedalaman kepercayaan Buddha sekaligus sisi artistiknya.
Patung Buddha Menakjubkan yang Dibentuk oleh Waktu
Bentuk seperti ini dapat dikatakan sebagai hasil dari ketulusan iman Buddha dan harapan yang diwariskan lintas generasi. Di luar tampak seperti satu Buddha, tetapi di dalamnya menyimpan dunia lain, memberi kesan penuh belas kasih dan lembut seperti pelukan seorang ibu. Mereka yang mengunjungi Baekcheonsa(Sacheon) akan memperoleh haru dan pencerahan mendalam di hadapan patung Buddha yang unik ini.
- Buddha di Dalam Tubuh: Gaya patung Buddha unik yang menempatkan Buddha lain di dalam wujud Buddha.
- Kedalaman iman: Hasil perpaduan antara harapan tulus para penganut Buddha dan kreativitas artistik.
- Gema spiritual: Memberikan pengunjung waktu untuk meditasi mendalam dan pencerahan.
Keindahan Lembah Baekcheon yang Terbentang di Setiap Langkah
Waryongsan, tempat Baekcheonsa berada, juga terkenal karena pemandangan alamnya yang indah. Terutama Lembah Baekcheon, yang begitu indah hingga tercatat dalam Jinyangji pada masa lampau. Lembah dengan air biru yang berkelok-kelok dan batu-batu aneh nan megah ini menghadirkan kesejukan di musim panas dan keindahan daun musim gugur di musim gugur.
Mencari Tempat-Tempat Indah yang Dibentuk Alam
- Yanggutak: Kolam dengan air jernih yang tenang, berpadu dengan pemandangan sekitarnya dan menciptakan tampilan seperti lukisan.
- Johwangdam: Kolam dengan suasana misterius, yang konon menjadi tempat para cendekiawan zaman dulu menikmati keindahan dan seni hidup.
- Baekryeonpok: Air terjun yang jatuh seperti sutra putih, menciptakan pemandangan spektakuler dan menyejukkan panas.
- Sesimjeong & Mugumdae: Paviliun dan batu yang tersembunyi di alam, tempat indah yang menghadirkan istirahat tenang.
Jika berjalan menyusuri lembah, Anda akan menemukan kembali ketenangan yang sempat terlupakan. Membayangkan jejak kincir air lama sambil tenggelam dalam perenungan sunyi di alam juga merupakan daya tarik perjalanan ke Baekcheonsa(Sacheon).
Panduan Praktis untuk Mengunjungi Baekcheonsa(Sacheon)
Agar Anda dapat menjelajahi Baekcheonsa yang hidup bersama sejarah dan alam dengan lebih nyaman, berikut beberapa tips. Jika ingin merasakan sepenuhnya suasana kuil yang tenang, sebaiknya perhatikan waktu kunjungan dengan baik.
Cara Menikmati Baekcheonsa dengan Maksimal
- Gunakan transportasi umum: Dari pusat kota Sacheon, Anda dapat naik bus hingga pintu masuk Baekcheonsa, lalu berjalan kaki untuk masuk. Rute detail perlu dicek melalui informasi setempat.
- Gunakan mobil pribadi: Anda dapat menggunakan area parkir Baekcheonsa. Karena terletak di lereng Waryongsan, jalan masuknya bisa agak berkelok, jadi mengemudi dengan aman sangat penting.
- Gabungkan dengan objek wisata sekitar: Selain Baekcheonsa, Sacheon juga memiliki banyak daya tarik seperti pantai indah dan Museum Dinosaurus Goseong. Disarankan untuk menyusun jadwal sehari dengan santai dan mengunjunginya bersama.
- Patuhi etika kunjungan: Karena kuil adalah ruang praktik spiritual, penting untuk menjaga ketenangan dan sikap hormat, serta meminta izin terlebih dahulu saat memotret patung Buddha atau bagian dalam ruang utama.
- Kenakan sepatu yang nyaman: Siapkan sepatu nyaman yang cocok untuk trekking lembah atau berjalan di sekitar kuil. Ini akan menambah kesenangan berjalan di jalur hutan.
Baekcheonsa terbuka untuk pengunjung, dan tidak ada biaya masuk terpisah. Namun, program pengalaman khusus yang dijalankan di dalam kuil dapat dikenakan biaya, jadi harap diperhatikan.
Silakan lihat peta di bawah untuk lokasi tepat Baekcheonsa.
Daya Tarik Sacheon di Sekitar Baekcheonsa
Dalam perjalanan ke Baekcheonsa, luangkan waktu untuk menjelajahi tempat-tempat menarik lain di Sacheon agar perjalanan Anda semakin kaya. Sacheon, yang memadukan sejarah, alam, dan modernitas, menghadirkan beragam kesenangan bagi pengunjung.
Tempat yang Tidak Boleh Dilewatkan di Sacheon
- Sacheon Sea Cable Car: Naiklah cable car yang melintasi laut dan nikmati garis pantai indah Sacheon dalam sekali pandang. Pemandangan spektakuler yang memadukan pulau dan laut akan terbentang.
- Samcheonpo Bridge Park: Tempat untuk menikmati pemandangan malam yang indah bersama Samcheonpo Bridge, yang terpilih sebagai salah satu 100 Jalan Terindah di Korea.
- Bitoseom: Pulau indah yang menyimpan legenda Byeoljubujeon, tempat Anda dapat merasakan suasana alam sambil mencoba pengalaman lumpur pasang surut.
- Seonjinriseong: Tempat yang menjadi medan pertempuran sengit selama Invasi Jepang ke Korea, di mana Anda dapat mengenang makna sejarah dan berjalan di jalan bunga sakura yang indah.
Jika Anda menggabungkan objek wisata sekitar dengan Baekcheonsa(Sacheon) sebagai pusatnya, Anda akan dapat menyelesaikan perjalanan Sacheon yang lebih berkesan. Ciptakan kenangan istimewa di tempat ini, tempat kisah Silla yang mulai terlupakan masih hidup dan bernapas.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Q1. Apa arti ‘Buddha di Dalam Tubuh’ di Baekcheonsa?
‘Buddha di Dalam Tubuh’ di Baekcheonsa adalah patung Buddha unik yang menempatkan Buddha kecil lain di dalam wujud Buddha. Ini melambangkan kedalaman iman Buddha dan harapan, serta menghadirkan kesan misterius dan khidmat bagi para pengunjung.
Q2. Kapan Baekcheonsa didirikan?
Baekcheonsa dikatakan pertama kali didirikan pada masa Raja Munmu dari Silla oleh Seondae-sa. Kuil ini membanggakan sejarah panjang lebih dari seribu tahun dan telah memainkan peran penting sebagai tanah suci Buddha di Waryongsan.
Q3. Apa legenda ‘delapan puluh sembilan ribu hermitage’ di sekitar Baekcheonsa?
Ada legenda lisan bahwa dahulu terdapat 89,000 hermitage di Waryongsan. Ini menunjukkan bahwa Waryongsan adalah pusat semangat Buddha pada masa Silla, dan memberi gambaran bahwa Baekcheonsa adalah yang terbaik di antara begitu banyak kuil tersebut.
Q4. Apakah ada biaya masuk ke Baekcheonsa?
Baekcheonsa dibuka gratis untuk pengunjung. Namun, program tertentu atau aktivitas pengalaman yang dijalankan oleh kuil dapat dikenakan biaya terpisah, jadi sebaiknya diperhatikan.
Q5. Apakah ada hal yang perlu diperhatikan saat mengunjungi Baekcheonsa?
Karena kuil adalah ruang praktik spiritual, penting untuk menjaga sikap tenang dan khidmat saat berkunjung. Saat memotret patung Buddha atau bagian dalam ruang utama, mintalah izin terlebih dahulu, dan disarankan mengenakan sepatu yang nyaman agar dapat berjalan santai di sekitar kuil.
