Catatan waktu yang terukir di Jeongdong, Kunjungan ke Sina Gimnyeomgwan (Bekas Aneks Sina Ilbo di Seoul)
Pada tahun 1930-an, sebuah bangunan eksotis menjulang tinggi di jantung Jeongdong. Dengan struktur beton bertulang, teknologi terbaru pada masanya, dan dihiasi batu bata merah, penampilannya menarik perhatian setiap orang yang lewat. Bukan sekadar bangunan tua, tetapi saksi sejarah yang sepenuhnya mewakili sejarah modern dan kontemporer Korea yang bergejolak, yaitu Museum Shin-A (bekas aneks Shin-A Ilbo Seoul).
Dimulai dari kantor pusat perusahaan mesin jahit Amerika Singer, yang membawa perubahan besar pada kehidupan pakaian kita dengan budaya mesin jahit, selama pendudukan Jepang menjadi ‘rumah milik musuh’ (aset Jepang), setelah pembebasan kembali menjadi Singer, dan kemudian digunakan sebagai aneks Shin-A Ilbo, tempat lahirnya jurnalisme, hingga menjadi museum saat ini. Kisah apa yang terkandung dalam bangunan ini? Mari kita jelajahi tempat ini yang memiliki masa lalu yang menarik seperti novel.
Jika Anda ingin merasakan napas sejarah bersama dengan keindahan arsitektur yang sensitif, bagaimana kalau Anda pergi ke Museum Shin-A, permata tersembunyi di Jeongdong?
Potret Zaman yang Terukir dalam Setiap Bata


Museum Shin-A (bekas aneks Shin-A Ilbo Seoul) adalah bangunan yang dibangun dengan teknik dan desain arsitektur yang revolusioner pada tahun 1930-an. Maknanya mendalam karena struktur beton bertulang, yang umumnya hanya digunakan pada bangunan kantor pemerintah, dengan berani diadopsi dan dibangun oleh perusahaan swasta, Singer Sewing Machine Company. Bangunan ini memiliki struktur dasar 1 lantai bawah tanah dan 2 lantai di atas tanah, dengan hiasan bata merah yang masih memamerkan keindahan yang kokoh hingga hari ini.
Momen-momen Pemilik Bangunan Berubah, dari Singer Sewing Machine hingga Shin-A Ilbo



- 1930-an: Dibangun sebagai kantor pusat perusahaan mesin jahit Amerika Singer, berperan sebagai garda terdepan dalam penyebaran mesin jahit.
- Akhir Pendudukan Jepang: Dengan memburuknya hubungan AS-Jepang, perusahaan Singer diusir, dan bangunan tersebut diklasifikasikan sebagai properti musuh (aset Jepang).
- Setelah Pembebasan 15 Agustus: Kembali digunakan oleh perusahaan Singer, kemudian dijual kepada Shin-A Ilbo pada tahun 1969.
- 1975: Lantai 3 dan 4 ditambahkan, dan digunakan sebagai aneks kantor berita, menjadi tempat lahirnya jurnalisme.
- 1980: Dengan tindakan konsolidasi dan penutupan media oleh Republik ke-5, surat kabar itu ditutup secara paksa, dan bangunan itu mulai digunakan sebagai Museum Shin-A.
- 2008: Bekas aneks Shin-A Ilbo Seoul diakui nilainya dengan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Terdaftar Nasional.
Bagian menonjol dan tangga di pintu masuk utama lantai 1, serta balkon di atasnya, mengisyaratkan suasana kuno dan megah yang diciptakan oleh bangunan ini di jalan Jeongdong pada awal pembangunannya. Ini memberikan perasaan seolah-olah adegan dari masa lalu telah dibekukan seperti gambar diam.
Menjelajahi Estetika Ruang dalam Aliran Waktu yang Tenang


Museum Shin-A lebih dari sekadar tempat bersejarah; ia sendiri adalah sebuah karya seni. Jejak-jejak perubahan yang dialami melalui penambahan dan renovasi berulang kali seiring berjalannya waktu masih ada, membantu pemahaman mendalam tentang arsitektur sekaligus memberikan kepuasan estetika. Secara khusus, batu bata merah di dinding eksterior memamerkan warna yang dalam seolah-olah telah menyerap aliran waktu, dan berpadu sempurna dengan jalan Jeongdong yang tenang di sekitarnya.
Poin-Poin Penting yang Tidak Boleh Dilewatkan Saat Berkunjung?
Klook.com


- Detail Eksterior: Perhatikan dengan seksama struktur menonjol dan jendela melengkung di pintu masuk utama lantai 1, serta hiasan pagar balkon yang halus. Anda dapat melihat karakteristik arsitektur modernisme tahun 1930-an dan kecanggihan pada masa itu.
- Harmoni Bata Merah: Batu bata merah yang menutupi seluruh bangunan memamerkan beragam warna tergantung pada sinar matahari. Rasakan bobot sejarah dari setiap batu bata yang menyimpan jejak waktu.
- Pameran Internal: Anda dapat melihat berbagai materi yang menunjukkan jejak langkah bangunan, seperti sejarah Shin-A Ilbo, kenangan menyakitkan dari konsolidasi dan penutupan media, serta perubahan budaya pakaian yang dibawa oleh mesin jahit. Penting untuk menikmati kisah tersebut dengan menghubungkan bagian dalam dan luar bangunan.
Jeongdong, Tempat Sejarah dan Budaya Bernapas, Rute Menuju Museum Shin-A
Museum Shin-A (bekas aneks Shin-A Ilbo Seoul) terletak di jantung kota Seoul, Jeongdong, sehingga memiliki aksesibilitas yang sangat baik. Di sekitarnya, terdapat banyak tempat bersejarah dan budaya seperti Deoksugung, Museum Seni Metropolitan Seoul, dan Teater Jeongdong, yang sangat baik untuk dikunjungi bersama. Rencanakan Tur Jeongdong yang bermanfaat untuk sehari.
Rute Rekomendasi Menuju Lokasi & Tempat Wisata Terdekat
Jalan Jeongdong selalu menawan untuk dijelajahi kapan pun, tetapi jika Anda berkunjung pada musim gugur yang daunnya indah, Anda dapat menikmati pemandangan yang lebih memukau. Menjelajahi cerita tersembunyi di setiap gang dengan santai juga merupakan cara yang baik.
Ini adalah tempat yang mudah dijangkau dengan transportasi umum dan banyak tempat wisata di sekitarnya, sehingga nyaman untuk dikunjungi. Tidak ada biaya masuk terpisah, dan jam operasional biasanya dari jam 10 pagi hingga 5 sore, tetapi disarankan untuk mengonfirmasi informasi yang akurat melalui situs web museum atau pertanyaan telepon sebelum berkunjung.
Rute yang Direkomendasikan
- Jalan-jalan di Tembok Batu Deoksugung: Berjalanlah di sepanjang tembok batu yang tenang sambil menikmati sejarah dan pemandangan Seoul.
- Kunjungan ke Museum Shin-A: Jelajahi bagian dalam dan luar bangunan untuk merasakan sebagian dari sejarah pers Korea dan keindahan arsitekturnya.
- Kunjungan ke Museum Seni Metropolitan Seoul: Nikmati berbagai karya seni modern dan dapatkan inspirasi budaya.
- Teater Jeongdong atau Kafe Jeongdong-gil: Akhiri hari Anda dengan menonton pertunjukan atau bersantai di kafe yang nyaman di Jalan Jeongdong.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Q1. Sejarah seperti apakah yang dimiliki Museum Shin-A?
Museum Shin-A dibangun pada tahun 1930-an sebagai kantor pusat perusahaan mesin jahit Amerika Singer, kemudian melalui ‘rumah milik musuh’ (aset Jepang), aneks Shin-A Ilbo, dan setelah konsolidasi dan penutupan media pada tahun 1980, digunakan sebagai museum. Ini adalah Warisan Budaya Terdaftar Nasional yang sepenuhnya mewakili sejarah modern dan kontemporer Korea yang bergejolak.
Q2. Apa saja karakteristik arsitektur Museum Shin-A?
Bangunan ini dibangun dengan struktur beton bertulang, yang tidak umum untuk bangunan sipil pada waktu itu, dan dihiasi dengan bata merah. Secara khusus, dari desain yang halus seperti bagian menonjol dan tangga di pintu masuk utama lantai 1, serta balkon di atasnya, Anda dapat melihat suasana modern dan eksotis tahun 1930-an.
Q3. Apakah Museum Shin-A bisa dikunjungi secara gratis?
Ya, Museum Shin-A dapat dikunjungi secara gratis tanpa biaya masuk terpisah. Namun, disarankan untuk memeriksa informasi jam operasional dan hari tutup terlebih dahulu sebelum berkunjung.
Q4. Apakah ada tempat yang bisa dikunjungi di sekitar Museum Shin-A?
Museum Shin-A terletak di Jeongdong, Seoul, dan di sekitarnya terdapat banyak tempat bersejarah dan budaya seperti Deoksugung, Tembok Batu Deoksugung, Museum Seni Metropolitan Seoul, dan Teater Jeongdong. Sangat baik untuk menggabungkannya menjadi tur satu hari.
Q5. Apakah Museum Shin-A adalah Warisan Budaya Terdaftar Nasional?
Ya, pada tahun 2008, bekas aneks Shin-A Ilbo Seoul ditetapkan sebagai Warisan Budaya Terdaftar Nasional, mengakui nilai sejarah dan arsitekturnya. Ini adalah ruang yang memiliki makna besar sebagai sebuah bangunan itu sendiri.
