괴시리 전통마을

Desa tempat waktu berhenti, jejak kecendekiaan Goryeo yang ditemui di Desa Tradisional Yeongdeok Gwaesiri.

  • 네이버 블로그 공유하기
  • 카카오톡 공유하기
  • 네이버 밴드 공유하기
  • 페이스북 공유하기
  • 트위터 공유하기

Saat berjalan di sepanjang jalanan bertembok batu yang berliku, tempat rumah-rumah tua yang menyimpan lebih dari 200 tahun sejarah menyambut dengan tenang. Di sini, kita akan mengalami perjalanan waktu yang istimewa, yang tidak akan pernah bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari yang sibuk. Kami mengundang Anda ke Gyesiri Traditional Village, tempat napas sarjana besar dari akhir Dinasti Goryeo, Mok-eun Yi Saek, meresap, tempat dimulainya kisah indah itu.

Desa Gyesiri, yang terletak sekitar 800m di timur laut dari pusat Yeonghae-myeon, Yeongdeok, bukanlah sekadar desa hanok biasa. Tempat ini adalah museum hidup tempat Anda dapat melihat sekilas kehidupan dan gaya arsitektur keluarga bangsawan Joseon, menembus waktu, dan makna historis yang meresap di setiap sudut desa akan memberikan kesan mendalam bagi pengunjung.

Klook.com

Gyeshi, Jejak Kecerdasan Goryeo yang Terkandung dalam Namanya

Tempat yang sekarang disebut Gyesiri Traditional Village ini dulunya bernama ‘Hojichon’. Desa ini, tempat sarjana besar dari akhir Goryeo, Mok-eun Yi Saek, lahir dan besar, telah ditandai dengan jejak sang guru sejak saat itu. Secara khusus, setelah guru tersebut kembali dari utusan di Tiongkok, ia menamai desanya ‘Gyeshi’ karena menyerupai Gyeshi (槐市) di Tiongkok, dan nama tersebut menjadi nama yang sekarang. Meskipun beberapa orang masih menyebutnya Hojigol, Hojimaeul, atau Hojichon, fakta bahwa pemandangan dalam ingatan Guru Yi Saek terproyeksi dalam nama desa saja sudah menunjukkan betapa istimewanya tempat ini.

400 Tahun Sejarah, Kisah Desa Klan Nam dari Yeongyang

Gyesiri Traditional Village adalah desa klan tempat klan Nam dari Yeongyang telah tinggal turun-temurun selama sekitar 400 tahun. Topografi desa dikatakan membentuk seperti huruf ‘palja (八字)’ (angka delapan), dan di depan desa terbentang dataran Yeonghae yang luas, sehingga sejak dahulu kala diakui sebagai tempat yang baik untuk ditinggali. Budaya dan tradisi unik yang terbentuk dari satu klan yang telah menetap dan hidup selama berabad-abad, meresap dalam di setiap sudut desa, menciptakan suasana yang semakin kuno dan elegan.

Martabat dan Kebijaksanaan Keluarga Bangsawan yang Mengalir di Rumah-Rumah Tua

Daya tarik terbesar dari Gyesiri Traditional Village adalah bahwa rumah-rumah tua yang dibangun lebih dari 200 tahun yang lalu masih terpelihara dengan baik. Saat berjalan di jalan-jalan desa yang dihubungkan dengan tembok rendah yang ramah, Anda dapat secara langsung melihat esensi gaya arsitektur bangsawan Dinasti Joseon. Secara khusus, penataan struktur berbentuk ‘ㅁ’ dan pemanfaatan ruang yang secara sempurna memisahkan bagian luar dan dalam dengan menyembunyikan ruang dalam di belakang ruang tamu pria menjadi petunjuk penting untuk melihat gaya hidup dan nilai-nilai Konfusianisme pada masa itu.

Permata Tersembunyi Gyesiri: Penjelajahan Warisan Budaya Utama

Desa Gyesiri bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga tempat pendidikan sejarah yang menyimpan berbagai aset budaya. Sebanyak lebih dari 30 rumah tradisional dan pemandangan desa, termasuk 4 rumah tua yang ditetapkan sebagai Aset Budaya Rakyat Gyeongsangbuk-do, serta 12 data aset budaya, terpelihara dengan sangat baik. Pastikan untuk menjelajahinya saat mengunjungi desa!

  • Gyejeong (槐亭) adalah simbol desa dan paviliun yang berasal dari nama guru Mok-eun Yi Saek.
  • Yeonghae Gugyedae adalah salah satu rumah tua representatif yang menyimpan sejarah panjang.
  • Yeonghae Jugokdaek adalah bangunan penting yang dapat melihat sekilas kehidupan keluarga bangsawan.
  • Musowaseodang adalah ruang untuk pengembangan akademik leluhur kuno, di mana semangat belajar dapat dirasakan.

Selain itu, berbagai rumah tua menyimpan cerita masing-masing, jadi disarankan untuk menjelajahinya perlahan dan santai. Jika Anda menjelajah sambil mendengarkan penjelasan tentang sejarah dan arsitektur desa, Anda akan mendapatkan pengalaman yang lebih mendalam.

Gyesiri Traditional Village, Panduan Perjalanan untuk Menikmati 100 Kali Lebih Banyak

Jalan-Jalan Santai di Desa, Hal-Hal yang Tidak Boleh Dilewatkan

  1. Siapkan Sepatu yang Nyaman Karena banyak jalan setapak bertembok batu dan jalan tanah di desa, disarankan untuk memakai sepatu yang nyaman untuk berjalan.
  2. Manfaatkan Program Penjelasan Desa Jika Anda berpartisipasi dalam program penjelasan yang disediakan secara lokal, Anda dapat mendengar cerita tersembunyi desa dan sejarah rumah-rumah tua dengan lebih jelas.
  3. Nikmati dengan Santai Jangan terburu-buru, nikmati perlahan pemandangan di balik tembok rendah, dan jejak waktu yang mengalir di sepanjang genteng dan garis atap rumah-rumah tua.
  4. Abadikan Kenangan dengan Foto Mencoba hanbok dan mengambil foto kenang-kenangan dengan latar belakang rumah tua akan menjadi kenangan yang istimewa. (Ketersediaan dan biaya pengalaman dapat dikonfirmasi di lokasi)

Destinasi Terkenal Yeongdeok di Sekitar Gyesiri yang Layak Dikunjungi

Setelah mengunjungi Gyesiri Traditional Village, menjelajahi daya tarik wilayah Yeongdeok di sekitarnya juga merupakan rute perjalanan yang baik. Suasana tepi laut dan makanan laut segar menanti Anda.

DestinasiFiturPerkiraan Waktu Tempuh dari Gyesiri
Yeonghae EupseongPos pertahanan pantai strategis era Joseon, sisa-sisa tembok benteng dan menara pengawasMobil sekitar 5 menit
Jalan Kepiting Salju YeongdeokDestinasi kuliner tempat Anda bisa mencicipi kepiting salju Yeongdeok yang segarMobil sekitar 20 menit
Samsa Haesang GongwonTaman dengan pemandangan Laut Timur yang luas, patung-patungMobil sekitar 25 menit
Ganggu HangKampung halaman kepiting salju Yeongdeok, pemandangan pelabuhan ikan yang ramaiMobil sekitar 30 menit

Gyesiri Traditional Village, Kedamaian Hati yang Didapat di Sana

Ketika Anda membutuhkan jeda sejenak dari kesibukan sehari-hari, Gyesiri Traditional Village akan menjadi tempat peristirahatan terbaik. Di tengah jejak kebijaksanaan dan kehidupan leluhur yang berlanjut selama ratusan tahun, kita akan menemukan keindahan tenang yang menyatukan alam dan sejarah. Apa yang Anda dapatkan di sini bukan hanya pemandangan, melainkan ketenangan hati dan gema yang lembut. Kami berharap kunjungan Anda ke Gyesiri akan menjadi kenangan berharga yang akan diingat untuk waktu yang lama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Q1. Apakah Gyesiri Traditional Village terletak di Di mana?
Gyesiri Traditional Village terletak di Gyesiri, Yeonghae-myeon, Yeongdeok-gun, Gyeongsangbuk-do, sekitar 800m di timur laut dari pusat Yeonghae-myeon. Anda dapat dengan mudah menemukannya dengan mencari ‘Gyesiri Traditional Village’ di navigasi Anda.

Q2. Apakah fasilitas parkir di desa sudah memadai?
Tersedia ruang parkir untuk pengunjung di dekat pintu masuk desa. Mungkin agak ramai selama musim ramai atau akhir pekan, jadi Anda juga bisa mempertimbangkan untuk menggunakan transportasi umum.

Q3. Apakah tersedia pengalaman menginap di Gyesiri Traditional Village?
Beberapa rumah tua menawarkan pengalaman menginap di hanok. Untuk informasi lebih lanjut, yang paling akurat adalah bertanya di situs web Pariwisata dan Kebudayaan Yeongdeok-gun atau pusat informasi turis setempat. Ini beroperasi dengan biaya.

Q4. Apa saja yang perlu diperhatikan saat menjelajahi desa?
Gyesiri Traditional Village adalah ruang hidup tempat penduduk benar-benar tinggal. Saat mengunjungi bagian dalam rumah-rumah tua, harap hormati privasi penduduk dan patuhi etiket dasar seperti tidak membuang sampah sembarangan. Berhati-hatilah dengan tembok-tembok rendah.

Q5. Apakah ada tempat makan di sekitar?
Ada berbagai restoran di sekitar pusat Yeonghae-myeon, dan karena Yeongdeok terkenal dengan kepiting salju, Anda mungkin ingin mencari restoran spesialis makanan laut. Mungkin ada tempat yang menjual minuman ringan atau camilan di dalam desa.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *