Legenda Teratai Seribu Tahun, berjalan melewati waktu di Okcheonam (Ulsan)
Tahukah Anda ada sebuah kuil yang tenang dengan sejarah seribu tahun yang terletak di kaki Gunung Muryong di Distrik Buk, Ulsan? Lebih dari sekadar kuil, ini adalah tempat yang menyimpan jejak seorang biksu agung dan legenda bunga teratai yang istimewa, yaitu Okcheonam (Ulsan).
Dari era Goryeo hingga Joseon dan hingga saat ini, nama tempat ini telah dihiasi dengan lapisan-lapisan kisah misterius. Mari kita rasakan bersama napas Yeonam-dong yang kaya akan nuansa Buddhis, dari masa ketika disebut Baeknyeonam hingga perubahannya menjadi nama tempat Yeonam-dong.
Legenda Bunga Teratai Seribu Tahun, Kisah Nama Tersembunyi Okcheonam
Benang Takdir yang Berlanjut Sejak Era Raja Chungnyeol dari Goryeo


Pendirian Okcheonam (Ulsan) berawal pada tahun 931. Sesuai dengan kedalaman sejarahnya, nama tempat ini menyimpan kisah istimewa. Nama Yeonam-dong, Distrik Buk, Ulsan, berasal dari sebutan ‘Baeknyeonam’ setelah era Raja Chungnyeol dari Goryeo. Dikatakan bahwa bunga teratai putih suci mekar dari batu di kaki Gunung Muryong pada waktu itu.
Seorang pejabat sipil dari era Goryeo, Seolgok Jeongpo (1309~1345), yang diasingkan di Ulsan, terkesan dengan bunga teratai putih ini, meninggalkan puisi, dan menamai batu itu ‘Baeknyeonam’. Dengan demikian, tempat ini adalah lokasi di mana banyak cerita telah terakumulasi selama seribu tahun.
Kisah Bunga Teratai Ajaib yang Mekar di Okjeong
Ketika memasuki masa Raja Jungjong dari Joseon, hal yang lebih misterius terjadi. Pada bulan Agustus, dua kuntum bunga teratai mekar menjulang dari Okjeong (Sumur Giok) pada satu tangkai, membentuk pemandangan yang spektakuler hingga menutupi bebatuan. Orang-orang berbondong-bondong untuk melihat pemandangan ini, bahkan nama desa pun disebut ‘Baeknyeonam’, menunjukkan bahwa area sekitar Okcheonam (Ulsan) memiliki hubungan yang erat dengan bunga teratai sejak zaman dahulu.
Meskipun nama tempatnya diubah menjadi Yeonam-dong pada tahun 1914, Anda masih bisa merasakan aura Buddhis dan sakral di sini. Ini bukan sekadar pemandangan yang dilewati begitu saja, melainkan keindahan sejati baru terungkap saat Anda mempelajari kisah-kisah yang terkandung di dalamnya.
Bertanya Jalan dalam Pelukan Muryongsan: Jalan Menuju Okcheonam
Klook.com


Perjalanan Mencari Harta Karun Tersembunyi
Okcheonam, yang terletak di Muryongro 225 (Yeonam-dong), Distrik Buk, Kota Metropolitan Ulsan, adalah kuil cabang dari Kuil Tongdosa, kuil utama distrik ke-15 Ordo Jogye Buddhis Korea. Berada dalam pelukan Muryongsan yang tenang, ini adalah tempat yang sempurna untuk sejenak melupakan keramaian kota dan beristirahat.
- Saat menggunakan mobil pribadi: Lewati Persimpangan Sangbang di dekat Kantor Distrik Buk Ulsan, bergerak menuju Terowongan Muryong, lalu belok kiri di Persimpangan Yeonam, Anda akan menemukan pintu masuk. Area parkir cukup luas.
- Saat menggunakan transportasi umum: Turunlah di halte terakhir bus nomor 81, yang merupakan titik tengah dari Pantai Jeongja menuju Muryongsan, maka akan ada jalan menanjak menuju Okcheonam. Sangat cocok untuk dikunjungi sambil menikmati jalan kaki yang tenang.
Tempat Hati Beristirahat, Kedamaian yang Dapat Dinikmati di Okcheonam
Jalan-jalan Santai di Area Kuil yang Tenang dan Waktu untuk Berkontemplasi
Sebagai kuil cabang dari Tongdosa, Okcheonam memiliki keindahan yang sederhana dan rapi, bukan megah dan mewah. Singkirkan sejenak pikiran-pikiran rumit, berjalanlah perlahan di area kuil, dan nikmati suara alam serta ketenangan.
- Kontemplasi Tenang: Anda bisa mendapatkan kedamaian hati hanya dengan bermeditasi di depan Daeungjeon sambil menangkupkan tangan dan merenungkan diri, atau duduk di halaman dan mendengarkan suara angin. Suara aliran air lembah yang jernih juga menambah ketenangan tempat ini.
- Interaksi dengan Alam: Bersama dengan udara segar Muryongsan, terkadang kicauan burung dan terkadang suara air lembah berpadu secara alami, menciptakan suasana damai. Terutama di musim gugur, tempat ini terkenal dengan keindahan daun-daun maple-nya.
Panduan Kecil untuk Pengunjung
- Menjaga Etika Kuil: Demi pengunjung lain, harap berkeliling dengan tenang dan hindari suara-suara yang tidak perlu. Penting untuk bersama-sama menciptakan suasana damai.
- Perhatian saat Mengambil Foto: Saat mengambil foto di area kuil, berhati-hatilah agar tidak mengganggu orang lain, dan sebaiknya hindari mengambil gambar di dalam aula utama. Lebih baik merekam pemandangan indah di mata dan hati.
- Nikmati Pemandangan Sekitar: Kaki Gunung Muryong di sekitar Okcheonam sangat cocok untuk berjalan-jalan, jadi jika Anda punya waktu luang, menjelajahinya juga merupakan pengalaman yang menyenangkan. Rasakan energi alam saat berjalan di jalur hutan.
Waktu untuk Menemukan Diri dalam Kisah Seribu Tahun
Okcheonam (Ulsan) bukan sekadar kuil tua. Ini adalah tempat di mana bait puisi seorang pejabat sipil Goryeo, keajaiban bunga teratai era Joseon, dan langkah kaki mereka yang mencari ketenangan hari ini berkumpul, melanjutkan kisah seribu tahun. Jika Anda mengunjungi Ulsan, pastikan untuk mampir ke Okcheonam yang akan memberikan Anda waktu damai yang tak terlupakan. Ini akan menjadi momen berharga untuk berhenti sejenak dari kesibukan sehari-hari dan merenungkan diri.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Q1. Apa fitur sejarah terbesar Okcheonam?
Okcheonam adalah kuil tua berusia seribu tahun yang didirikan pada tahun 931, sebuah tempat bersejarah di mana pejabat sipil Goryeo, Seolgok Jeongpo, terinspirasi oleh bunga teratai putih dan meninggalkan nama ‘Baeknyeonam’. Selama era Raja Jungjong dari Joseon, dua kuntum bunga teratai mekar di Okjeong, sedemikian rupa sehingga nama desa pun disebut Baeknyeonam.
Q2. Kapan Okcheonam pertama kali didirikan?
Okcheonam diketahui telah didirikan pada tahun 931. Sebagai kuil tua dengan sejarah lebih dari seribu tahun, berbagai kisah telah diwariskan seiring dengan usianya yang panjang.
Q3. Bagaimana nama tempat Yeonam-dong di sekitar Okcheonam muncul?
Yeonam-dong berasal dari sebutan ‘Baeknyeonam’ setelah era Raja Chungnyeol dari Goryeo. Karena legenda bunga teratai putih suci yang mekar dari batu, dan bunga teratai ajaib yang mekar di Okjeong pada masa Raja Jungjong dari Joseon, nama desa ini juga disebut Baeknyeonam sebelum menjadi Yeonam-dong pada tahun 1914.
Q4. Bagaimana cara menuju Okcheonam dengan mobil pribadi?
Lewati Persimpangan Sangbang di dekat Kantor Distrik Buk Ulsan, bergerak menuju Terowongan Muryong, lalu belok kiri di Persimpangan Yeonam, Anda akan menemukan pintu masuk Okcheonam. Jalanan terawat dengan baik, sehingga Anda dapat berkunjung tanpa kesulitan.
Q5. Apakah ada hal khusus yang perlu diperhatikan saat mengunjungi Okcheonam?
Karena Okcheonam adalah kuil yang tenang tempat para peziarah datang, penting untuk berperilaku tenang di area kuil dan menjaga etika agar tidak mengganggu orang lain. Sebaiknya hindari mengambil gambar di dalam aula utama.
