청량사(서울)

Jejak waktu tersembunyi di tengah kota Seoul, berjalan-jalan di Cheongnyangsa (Seoul)

  • 네이버 블로그 공유하기
  • 카카오톡 공유하기
  • 네이버 밴드 공유하기
  • 페이스북 공유하기
  • 트위터 공유하기

Tahukah Anda bahwa di tengah-tengah pusat kota Seoul yang ramai, tersembunyi sebuah kuil yang tenang seolah waktu berhenti di antara hutan gedung pencakar langit? Tempat ini ada seperti kisah yang terlupakan, namun menyimpan seluruh sejarah modern dan kontemporer yang bergejolak, yaitu Cheongnyangsa (Seoul) di Jongam-dong.

Dari era Joseon hingga modern, tempat ini, yang telah dilalui banyak orang, tidak hanya menjadi ruang doa tetapi juga saksi sejarah yang menyakitkan dan tempat peristirahatan bagi mereka yang lelah. Hari ini, kami ingin meluangkan waktu untuk merasakan bersama bisikan masa lalu dan ketenangan masa kini yang diceritakan oleh Cheongnyangsa (Seoul).

Apa sebenarnya pesona kuil ini, yang tetap teguh di tengah hiruk pikuk kota besar, dan menyampaikan resonansi yang tenang namun mendalam kepada kita?

Mengikuti Jejak Waktu, Perjalanan Sejarah Tersembunyi Cheongnyangsa (Seoul)

Cheongnyangsa (Seoul) adalah tempat pelatihan biksuni bersejarah yang terletak di kaki selatan Cheonjangsan. Dahulu kala, ‘Dolkoji Seungbang’, yang terkenal sebagai salah satu dari empat tempat pelatihan biksuni besar di Joseon, berada tepat di sini. Awalnya, Cheongnyangsa dan Dolkoji Seungbang adalah kuil yang berbeda, tetapi karena suatu peristiwa takdir, mereka mulai berbagi sejarah yang sama.

Drama Penggabungan yang Melintasi Era Bergejolak

Pada tahun 1895, setelah Permaisuri Myeongseong secara tragis dibunuh akibat rencana jahat pendudukan Jepang atas Joseon, dan makam permaisuri, Hongneung, didirikan, Cheongnyangsa yang semula berada di lokasi Hongneung dipindahkan ke lokasinya saat ini. Kebetulan, Dolkoji Seungbang juga sedang dalam kondisi kemerosotan, dan kedua kuil ini digabungkan di tengah arus zaman yang tak terhindarkan, terlahir kembali sebagai Cheongnyangsa (Seoul) saat ini. Dengan demikian, sejarah dua kuil kini hidup berdampingan di bawah nama satu kuil.

PeriodeMakna dan Peran Cheongnyangsa
Akhir JoseonTempat peristirahatan dan ketenangan pikiran bagi warga kota yang sering berkunjung
Periode Penjajahan JepangBasis gerakan kemerdekaan yang sering dikunjungi oleh banyak patriot dan biksu terkemuka di tengah kesedihan kehilangan negara
Saat IniRuang latihan spiritual yang tenang, menghubungkan masa lalu dan masa kini di tengah kota

Khususnya selama periode penjajahan Jepang, Guru Manhae Han Yong-un, yang memimpin gerakan kemerdekaan dan gerakan Buddhis, dilaporkan pernah tinggal di Cheongnyangsa. Pada tanggal 12 Juli 1939, sebuah pesta ulang tahun ke-60 (hoegapyeon) sederhana untuk Guru Manhae juga diadakan di sini. Mengingat bahwa pada periode yang sama, Guru Park Han-yeong, seorang sarjana Buddhis terkemuka, juga tinggal dan berlatih di kuil ini, Cheongnyangsa (Seoul) dapat disimpulkan sebagai ruang bersejarah di mana kecerdasan dan semangat zaman berinteraksi, melampaui sekadar kuil. Tulisan papan nama Cheongnyangsa yang tergantung di daebang (aula utama) kuil dikatakan adalah tulisan Guru Park Han-yeong, menambah Kedalaman historisnya.

Ketenangan Masa Kini yang Ditemukan di Cheongnyangsa (Seoul), di Tengah Kebisingan Kota

Saat melangkah masuk ke gerbang kuil, terasa seolah memasuki dunia lain. Namun, pemandangan apartemen bertingkat tinggi yang terlihat di belakang Gwanumjeon (Aula Avalokitesvara) mengingatkan bahwa tempat ini jelas berada di tengah kota Seoul. Ini adalah daya tarik unik Cheongnyangsa (Seoul) di mana masa lalu dan masa kini hidup berdampingan.

Hadiah dari Alam di Tengah Kota

Klook.com
  • Jalur Setapak Hijau Rindang Terletak di kaki Gunung Cheonjangsan, jalan setapak hutan yang tenang membentang di sekitar kuil. Anda dapat menikmati kesenangan berjalan-jalan di alam sambil menghirup udara segar, bahkan untuk waktu yang singkat.
  • Pemandangan yang Mencerminkan Perubahan Musim Bunga-bunga di musim semi, dedaunan hijau di musim panas, daun-daun musim gugur yang berwarna-warni, dan pemandangan bersalju di musim dingin berpadu, menyajikan pemandangan indah bagi pengunjung sepanjang empat musim.

Cara Menuju Cheongnyangsa (Seoul) & Tempat Wisata di Sekitarnya

Jongam-dong, Seoul, Kuil di Tengah Kota dengan Aksesibilitas Baik

Cheongnyangsa terletak di Jongam-dong, Seongbuk-gu, Seoul, sehingga mudah dijangkau dengan transportasi umum. Kedekatannya dengan stasiun kereta bawah tanah adalah keuntungan besar, memungkinkan kunjungan tanpa beban.

Kesenangan Baru di Setiap Langkah

  • Museum Universitas Korea Berlokasi tidak jauh dari Cheongnyangsa, ia menawarkan kesempatan untuk melihat sejarah dan budaya Korea sekilas. Ini adalah rute yang bagus untuk menambah kedalaman akademis setelah mengunjungi kuil.
  • Gaeunsa Kuil kuno lainnya di Anam-dong, akan menjadi pengalaman menarik untuk menjelajahi Gaeunsa bersama Cheongnyangsa dan membandingkan suasana kuil tradisional di pusat kota Seoul.
  • Jalan Hansungdae-gil, Seongbuk-dong Direkomendasikan sebagai rute untuk makan dan bersantai, karena jalanan kuno berpadu dengan kafe dan restoran modern.

Kunjungan ke Cheongnyangsa (Seoul), Pastikan untuk Mengetahui Hal-hal Ini!

  1. Periksa Jam Operasional Kuil biasanya buka dari pagi hari hingga senja, tetapi jam operasional dapat berubah jika ada acara tertentu atau selama musim dingin, jadi disarankan untuk memeriksa sebelum berkunjung.
  2. Sikap Kunjungan yang Tenang Karena ini adalah tempat pelatihan biksuni, harap bersikap tenang di dalam area kuil dan berhati-hatilah agar tidak mengganggu praktik spiritual mereka.
  3. Patuhi Etiket Berpakaian Disarankan untuk berkunjung dengan pakaian rapi untuk menghormati kesucian kuil. Hindari pakaian yang terlalu terbuka.
  4. Perhatian Saat Mengambil Foto Pengambilan foto mungkin dibatasi di bangunan tertentu atau ruang meditasi, jadi harap periksa tanda petunjuk atau tanyakan kepada biksu sebelum mengambil foto.
  5. Praktikkan Perlindungan Alam Karena terletak di tengah alam Cheonjangsan, penting untuk tidak membuang sampah dan menjelajahi dengan semangat menghargai alam.

Cheongnyangsa (Seoul) bukan sekadar kuil tua. Ia adalah saksi hidup yang teguh menjaga tempatnya di tengah pusaran sejarah, dan merupakan ruang berharga yang memberikan penghiburan dan refleksi bagi kita yang hidup hari ini. Akhir pekan ini, bagaimana jika kita berhenti sejenak dan meluangkan waktu untuk merenung di Cheongnyangsa (Seoul), tempat perlindungan rahasia di tengah kota?

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Q1. Apakah arti penting dari kuil Cheongnyangsa (Seoul)?
Cheongnyangsa adalah tempat pelatihan biksuni yang terletak di kaki selatan Cheonjangsan, dan merupakan kuil bersejarah yang digabungkan dengan Dolkoji Seungbang, salah satu dari empat tempat pelatihan biksuni besar di masa lalu. Ini juga merupakan tempat bersejarah yang pernah dikunjungi oleh pejuang kemerdekaan Guru Manhae Han Yong-un.

Q2. Apa hubungan antara Guru Manhae Han Yong-un dan Cheongnyangsa?
Guru Manhae Han Yong-un, yang memimpin gerakan kemerdekaan dan gerakan Buddhis selama periode penjajahan Jepang, pernah tinggal di Cheongnyangsa, dan pada tahun 1939, pesta ulang tahun ke-60 (hoegapyeon) beliau diadakan di sini. Semangat beliau meresap di seluruh bagian kuil.

Q3. Apakah ada hal-hal khusus yang perlu diperhatikan saat mengunjungi Cheongnyangsa?
Karena Cheongnyangsa adalah tempat pelatihan biksuni, harap bersikap tenang di dalam area kuil dan kenakan pakaian rapi. Selain itu, pengambilan foto mungkin dibatasi di bangunan tertentu, jadi disarankan untuk memeriksa terlebih dahulu.

Q4. Apakah ada tempat-tempat lain yang layak dikunjungi di sekitar Cheongnyangsa?
Ya, dekat Cheongnyangsa terdapat Museum Universitas Korea, tempat Anda dapat memahami sejarah dan budaya Korea secara mendalam, serta kuil kuno lainnya, Gaeunsa. Jalan Hansungdae-gil, Seongbuk-dong, dengan gang-gang kuno dan kafe-kafe modern yang berpadu, juga bagus untuk dikunjungi.

Q5. Siapa yang dikatakan menulis papan nama Cheongnyangsa?
Tulisan papan nama yang tergantung di daebang (aula utama) Cheongnyangsa dikatakan adalah tulisan Guru Park Han-yeong, seorang sarjana Buddhis yang pernah tinggal di Cheongnyangsa selama periode penjajahan Jepang. Ini adalah artefak penting yang menambah nilai sejarah kuil.

KoreaSuka Korea? Promosikan & Hasilkan.
Komisi hingga 30% dengan Program Afiliasi KETAGO. Bagikan via blog, video, media sosial — platform mana saja. Pelacakan real-time, pembayaran PayPal saat pendapatan mencapai $100+.
Daftar Sekarang →

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *