Tanda baca waktu di pusat kota Seoul: Kisah tersembunyi Mitasa (Seongbuk)
Di tengah hiruk pikuk kota yang kompleks, tahukah Anda ada tempat yang dengan tenang menyimpan ceritanya sendiri, seolah melupakan waktu? Sebuah kuil yang hening namun memancarkan kehadiran yang kuat, seolah membisikkan rahasia masa lalu, itulah Mitasa (Seongbuk). Terletak hanya sepelempar batu dari Bomunsa, tempat ini lebih dari sekadar kuil; ini adalah situs sejarah yang telah menyimpan harapan dan kesedihan banyak orang selama lebih dari seribu tahun.
Terutama Mitasa (Seongbuk), yang dikenal sebagai tempat pelatihan para biarawati dan juga ‘Tapgolseungbang’, menyimpan jejak-jejak istimewa seperti namanya. Mulai dari misteri pagoda batu yang dibangun pada periode Goryeo, hingga hubungan emosional dengan keluarga kerajaan Joseon, mari kita bersama menjelajahi pesona kuil yang tenang ini, di mana setiap langkah menumbuhkan cerita?
Lupakan sejenak kesibukan sehari-hari dan temukan waktu yang bermakna bagi Anda sendiri di Mitasa (Seongbuk), tempat masa lalu dan masa kini hidup berdampingan.
Mitasa (Seongbuk) yang menyimpan keheningan seribu tahun, awal dan maknanya
Mitasa (Seongbuk) yang kita saksikan sekarang ini, konon pertama kali didirikan pada tahun 950 oleh Hyegyeoguksa. Kuil ini, yang telah menjaga keberadaannya selama lebih dari seribu tahun, sejak awal telah menjadi tempat tinggal para biarawati dan berfungsi sebagai tempat peristirahatan spiritual bagi praktisi wanita. Secara khusus, Mitasa mulai disebut dengan julukan ‘Tapgolseungbang’ setelah pagoda batu didirikan pada tahun 1047, yang menjadi simbol penting kuil dan penanda sejarah yang melaluinya.
Mengapa menjadi tempat bagi para biarawati?


- Latar Belakang Sejarah Diperkirakan bahwa pada akhir periode Silla dan awal periode Goryeo, ketika Buddhisme berkembang pesat, kebutuhan akan ruang terpisah bagi praktisi wanita muncul.
- Dukungan Spiritual Bagi wanita yang ingin menjalani praktik keras dan kehidupan religius, Mitasa lebih dari sekadar tempat tinggal; itu adalah ruang untuk memperkuat tekad mereka menuju pencerahan.
- Asal-usul Tapgolseungbang Setelah pembangunan pagoda batu di dalam kuil, tradisi praktik yang berpusat pada pagoda semakin diperkuat dan mengakar kuat dalam budaya praktik para biarawati.
Saksi yang menatap waktu: Rahasia Yukcheungseoktap Mitasa (Seongbuk)
Yukcheungseoktap yang berdiri megah di atas bukit di sebelah kiri Danhagak, di belakang Daeungjeon, adalah salah satu harta paling istimewa Mitasa (Seongbuk). Pagoda batu ini bukan sekadar menara batu tua, tetapi juga merangkum lapisan waktu dari periode Goryeo hingga Joseon, merangsang imajinasi siapa pun yang melihatnya. Menurut papan informasi, Yukcheungseoktap ini memiliki waktu pembangunan yang berbeda antara 3 lantai atas dan 3 lantai bawah.
Pagoda yang dibangun bersama oleh Goryeo dan Joseon
Klook.com

Tiga lantai bawah pagoda batu ini diperkirakan dibangun pada periode Goryeo, menjadikannya sumber berharga untuk melihat gaya pagoda batu pada masa itu. Setelah itu, tampaknya rusak seiring berjalannya waktu, atau tiga lantai baru ditambahkan di atasnya selama proses renovasi kuil. Fakta bahwa dua gaya arsitektur dari dua era dapat ditemukan secara bersamaan dalam satu pagoda adalah daya tarik unik dari Yukcheungseoktap Mitasa. Ini menghadirkan keajaiban seolah-olah cerita masa lalu telah berlapis-lapis hingga masa kini.
| Kategori | Periode Estimasi | Fitur |
|---|---|---|
| 3 Lantai Bawah Yukcheungseoktap | Periode Goryeo | Konservasi gaya pagoda batu periode Goryeo, keindahan arsitektur yang megah |
| 3 Lantai Atas Yukcheungseoktap | Setelah Periode Joseon | Perbaikan atau penambahan di kemudian hari, mencerminkan perubahan zaman |
Situs yang diliputi kesedihan kerajaan: Jejak pilu Ratu Jeongsun, permaisuri Raja Danjong
Sejarah Mitasa (Seongbuk) tidak hanya sekadar pengulangan pendirian dan pembangunan kembali, tetapi juga terkait erat dengan kisah pilu keluarga kerajaan Joseon. Kuil ini, yang dibangun kembali pada tahun 131 oleh Hyegamguksa, mengalami kembali renovasi menyakitkan oleh Ratu Jeongsun Song, permaisuri Raja Danjong yang malang, pada periode Joseon. Renovasi Mitasa oleh Ratu Jeongsun diterima sebagai fakta sejarah, bahkan tercatat dalam 『Yeojidoseo』 yang disusun pada masa Raja Yeongjo.
Ratu Jeongsun, bersandar pada kuil
Setelah Raja Danjong digulingkan dari takhta oleh Raja Sejo dan menemui akhir yang tragis, Ratu Jeongsun membangun rumah jerami di dekat Jembatan Yeongdokyo di luar Dongdaemun dan tinggal di sana seumur hidupnya. Dia mendukung beberapa kuil untuk mengenang mendiang suaminya, Raja Danjong, yang meninggal secara tidak adil, dan para pejabat yang tak terhitung jumlahnya yang meninggal mengikutinya, dan Mitasa (Seongbuk) adalah salah satunya. Sepertinya kesedihan dan duka Ratu, yang kehilangan segala kemewahan sebagai permaisuri dan harus hidup kesepian, meresapi setiap sudut kuil ini.
Tempat-tempat terkenal di sekitar yang menyimpan jejak Ratu Jeongsun
- Dongmangbong Puncak gunung (dekat Mitasa) di mana Ratu Jeongsun dikatakan memandang ke timur, berdoa untuk ketenangan arwah Raja Danjong.
- Jeongsunwanghu Samyo (Kuil Pribadi) Ruang yang diduga secara tidak resmi menyimpan papan arwah Raja Danjong.
- Jembatan Yeongdokyo Cheonggyecheon Tempat di mana Raja Danjong dan Ratu Jeongsun terakhir kali berpisah.
Tempat peristirahatan tenang di tengah kota: Rute menuju Mitasa (Seongbuk) dan tempat-tempat menarik di sekitarnya
Bahkan di tengah kesibukan pusat kota Seoul, Mitasa (Seongbuk) tetap tenang seolah melupakan waktu. Meskipun terletak jauh di dalam permukiman Seongbuk-dong, aksesibilitasnya baik untuk transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Sangat mudah untuk dikunjungi bersama kuil-kuil lain di sekitarnya seperti Bomunsa dan Gilsangsa, memungkinkan Anda untuk merasakan budaya dan sejarah Buddha Seoul secara mendalam dalam satu hari.
Budaya dan Kuliner yang Ditemukan di Sekitar Mitasa (Seongbuk)
Setelah mengunjungi Mitasa, jelajahi berbagai pesona Seongbuk-dong. Berbagai ruang budaya dan restoran dengan suasana yang berbeda dari kuil yang tenang menanti Anda. Rasakan pesona Seongbuk-dong yang memadukan tradisi dan modernitas dengan kelima indra Anda.
- Rumah-rumah Tradisional Seongbuk-dong Berjalan-jalanlah di antara rumah-rumah hanok yang tenang yang menyimpan jejak sastrawan modern dan kontemporer, dan rasakan aroma sejarah.
- Rumah Tua Choi Sunu Sebuah rumah yang menyimpan jejak mendiang sejarawan seni Korea Choi Sunu, di mana Anda dapat mengagumi keindahan arsitektur rumah tradisional Korea yang indah.
- Jalan Kafe Seongbuk-dong Terdapat banyak kafe dan galeri unik, cocok untuk bersantai atau menikmati karya seni.
- Pengalaman Kuliner Gourmet Dari restoran hanjeongsik (masakan Korea lengkap) terkenal hingga restoran kasual, Anda dapat merasakan kuliner gourmet Seongbuk-dong di berbagai restoran.
Kiat untuk menikmati kunjungan ke Mitasa (Seongbuk) secara lebih mendalam
Mitasa (Seongbuk) di Seongbuk-dong, Seoul, adalah tempat istimewa di mana Anda dapat memiliki waktu refleksi yang tenang di tengah hiruk pikuk kota. Untuk merasakan makna sebenarnya dari tempat yang menyimpan sejarah seribu tahun ini, bukan hanya sekadar pemandangan yang lewat, ada beberapa tips yang baik untuk diingat. Berikan makna pada setiap langkah Anda, buka hati Anda, dan dengarkan cerita yang diceritakan oleh kuil.
Waktu untuk menemukan diri sendiri dalam keheningan
- Patuhi Etiket Kuil Harap jaga suasana tenang dan patuhi etiket dasar kuil, seperti meminta izin sebelum mengambil foto di dalam patung Buddha atau bangunan kuil.
- Periksa Yukcheungseoktap Secara Detail Disarankan untuk membandingkan keindahan arsitektur lantai atas dan bawah yang berasal dari era berbeda, dan merenungkan makna sejarahnya. Mencari prasasti di sekitar pagoda juga merupakan ide yang bagus.
- Hubungkan dengan Situs Sejarah Sekitar Kunjungan ke Dongmangbong, situs Kuil Pribadi Ratu Jeongsun, dan tempat-tempat lain yang menyimpan kisah Raja Danjong dan Ratu Jeongsun secara bersamaan akan menggandakan pengalaman Anda dalam memahami konteks sejarah.
- Luangkan Waktu untuk Meditasi Pejamkan mata sejenak di halaman kuil yang tenang dan luangkan waktu untuk bermeditasi. Anda dapat melepaskan stres kota dan menikmati ketenangan sejati.
- Nikmati Pemandangan Setiap Musim Karena setiap musim menawarkan pesona yang berbeda – bunga di musim semi, dedaunan hijau di musim panas, daun musim gugur di musim gugur, dan pemandangan bersalju di musim dingin – berkunjung sesuai musim yang Anda inginkan juga merupakan cara yang baik.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Q1. Sejarah seperti apa yang dimiliki Mitasa (Seongbuk)?
Mitasa didirikan pada tahun 950 oleh Hyegyeoguksa dan dikenal sebagai tempat pelatihan para biarawati dan ‘Tapgolseungbang’. Kuil ini memiliki sejarah yang mendalam selama lebih dari seribu tahun, termasuk pembangunan Yukcheungseoktap pada periode Goryeo dan renovasi oleh Ratu Jeongsun, permaisuri Raja Danjong, pada periode Joseon.
Q2. Mengapa Mitasa Yukcheungseoktap istimewa?
Mitasa Yukcheungseoktap memiliki nilai sejarah dan artistik yang sangat tinggi karena waktu pembangunan 3 lantai atas dan 3 lantai bawahnya berbeda, memungkinkan untuk melihat gaya arsitektur dari periode Goryeo dan setelah periode Joseon secara bersamaan dalam satu pagoda.
Q3. Apa hubungan antara Ratu Jeongsun dan Mitasa?
Ratu Jeongsun Song, permaisuri Raja Danjong, merenovasi Mitasa setelah kematian tragis suaminya, Raja Danjong, menanamkan kisah pilu keluarga kerajaan ke dalam kuil. Dapat dikatakan bahwa kesedihan dan doanya meresapi setiap sudut Mitasa.
Q4. Suasana seperti apa yang dimiliki Mitasa (Seongbuk)?
Meskipun berada di pusat kota, ia membanggakan suasana yang tenang dan damai tanpa hiruk pikuk. Ini adalah tempat yang baik untuk refleksi dan meditasi, serta ruang praktik yang tenang di mana Anda dapat merasakan kedalaman sejarah.
Q5. Adakah tempat yang patut dikunjungi di sekitar Mitasa saat berkunjung?
Ya, di dekat Mitasa terdapat berbagai tempat menarik untuk menikmati budaya dan kuliner, seperti kuil-kuil lain seperti Bomunsa dan Gilsangsa, rumah-rumah tradisional Seongbuk-dong, Rumah Tua Choi Sunu, dan Jalan Kafe Seongbuk-dong.
