Keheningan seribu tahun, menelusuri napas sejarah yang bersemayam di Pagoda Batu Tiga Lantai Juksan-ri Anseong
Di Anseong, Gyeonggi-do, tempat di mana jejak waktu menumpuk, ada pagoda batu yang berdiri megah di tengah pemandangan yang tenang, seperti lukisan tinta. Pernahkah Anda membayangkan cerita apa yang mungkin terkandung dalam pagoda ini selama seribu tahun? Meskipun terlihat sederhana di luar, Anseong Juksan-ri Samcheungseoktap (Pagoda Batu Tiga Tingkat Anseong Juksan-ri) membisikkan kepada kita rahasia era Silla dan Goryeo yang terlupakan, memberikan resonansi sejarah yang mendalam.
Lebih dari sekadar warisan budaya sederhana, pagoda ini bagaikan museum hidup yang secara diam-diam menjadi saksi sejarah perubahan seni Buddha di Semenanjung Korea. Berada di bekas situs kuil besar bernama Bongheopsa, keberadaannya sendiri mengajukan pertanyaan tak terbatas kepada kita. Bagaimana jika kita melakukan perjalanan waktu di tempat ini, tempat napas masa lalu masih hidup dan bernafas?
Waktu yang Terkandung dalam Batu, Bagaimana Jejak Situs Bongheopsa Terungkap?
Anseong Juksan-ri Samcheungseoktap, yang terletak di Juksan-myeon, Anseong, menjaga bekas situs kuil besar bernama Bongheopsa. Keberadaan Bongheopsa, kuil kuno perwakilan wilayah Anseong, secara bertahap terlupakan setelah periode Joseon, namun pagoda batu ini tetap menjadi saksi sejarahnya. Jejak kuil yang terpendam di dalam tanah selama waktu yang lama, terungkap melalui penggalian di sekitar pagoda, mengejutkan dunia.
Fakta-fakta Mengejutkan yang Diungkapkan oleh Penggalian



- Kebijaksanaan Silla Bersatu Ditemukan bahwa pondasi pagoda batu dari periode Silla Bersatu digunakan kembali di bawah bagian pondasi bawah pagoda batu, secara kuat membuktikan bahwa kuil sudah ada di daerah ini sejak periode Silla Bersatu.
- Catatan Seribu Tahun Lalu Di bagian bawah pondasi, ditemukan genteng berukiran ‘Taehwa 6 (太和六年, 832 M)’. Ini menjadi petunjuk penting untuk memperkirakan periode pendirian atau pembangunan kembali kuil, dan semakin memperkuat sejarah panjang Bongheopsa.
Mengandung Estetika Pagoda Batu Goryeo: Keindahan Bentuk Anseong Juksan-ri Samcheungseoktap
Anseong Juksan-ri Samcheungseoktap, dengan tiga tingkat tubuh pagoda yang bertumpu pada pondasi ganda berbentuk persegi, adalah peninggalan representatif yang sepenuhnya menunjukkan ciri khas pagoda batu dari periode Goryeo. Penampilannya, yang tampak kasar namun halus, megah namun detail, meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang melihatnya. Mari kita perhatikan lebih dekat keindahan unik yang diciptakan oleh harmoni setiap bagiannya?
Harmoni Detail dan Kemegahan, Bagian Pondasi
Klook.com



- Pondasi Bawah Hanya batu penutup (gapseok) yang terlihat di atas permukaan tanah, memberikan fondasi yang stabil bagi keseluruhan pagoda batu.
- Pondasi Atas Pada sudut-sudut batu panel yang dipahat kasar, ditampilkan tiang sudut (uju), memberikan kesan kokoh dan megah. Ini adalah elemen yang menopang berat pagoda batu dan menambah stabilitas visual.
- Seni Gapseok Di permukaan atas gapseok yang tebal, terukir pola daun teratai berbentuk bokryeon (覆蓮) yang sering terlihat pada pagoda batu periode Goryeo, menampilkan keindahan detail, dan di tengahnya terdapat penopang tubuh pagoda berbentuk persegi rendah.
Kebijaksanaan yang Tersusun Berlapis, Harmoni Tubuh Pagoda dan Batu Penutup Atap
- Kemandirian Setiap Tingkat Batu tubuh pagoda (tapsinseok) yang merupakan badan pagoda dan batu penutup atap (okgaeseok, 屋蓋石) yang berfungsi sebagai atap, masing-masing terdiri dari satu batu, menunjukkan stabilitas struktural.
- Estetika Goryeo Tubuh pagoda tingkat pertama dibuat dengan ketinggian yang mirip dengan pondasi atas, tetapi dari tingkat kedua ke atas, ukurannya berkurang drastis, menghadirkan keindahan bentuk yang dinamis dan ringan, khas pagoda batu Goryeo.
- Atap yang Elegan Permukaan talang batu penutup atap memiliki kemiringan yang relatif landai, sementara permukaan atap tetap horizontal sebelum sedikit melengkung ke atas di bagian sudut (jeongak), membentuk lengkungan yang anggun dan indah.
Langkah Menghubungkan Masa Lalu dan Sekarang: Panduan Wisata Anseong Juksan-ri
Untuk benar-benar menikmati warisan budaya berharga yang telah bertahan selama seribu tahun ini, ada baiknya mengetahui beberapa tips. Habiskan waktu dengan tenang di atas jejak bekas Bongheopsa, dan temukan makna Anda sendiri. Karena tempat ini bukan sekadar situs peninggalan, melainkan tempat sejarah yang hidup.
Cara Bijak Mengunjungi Pagoda Batu
- Identifikasi Lokasi Anseong Juksan-ri Samcheungseoktap terletak di San 24-2, Juksan-ri, Juksan-myeon, Anseong-si. Jika menggunakan transportasi umum, naik bus dari pusat kota Anseong, atau jika menggunakan mobil pribadi, periksa area parkir terdekat. Anda dapat dengan mudah menemukannya dengan mencari ‘Anseong Juksan-ri Samcheungseoktap’ di navigasi.
- Eksplorasi Sekitar Area di sekitar pagoda batu dulunya adalah situs luas Bongheopsa, jadi menikmati jalan-jalan yang tenang dan mencari jejak sejarah tersembunyi juga merupakan pengalaman yang baik. Disarankan juga untuk mengunjungi situs peninggalan lain di Anseong, seperti Juksan Seongji atau Chiljangsa di dekatnya.
- Waktu Kunjungan Umumnya buka sepanjang tahun tanpa henti, tetapi karena pencahayaan mungkin kurang pada larut malam atau pagi hari, disarankan untuk berkunjung pada siang hari. Untuk perlindungan warisan budaya, bawalah kembali sampah Anda, dan hindari tindakan merusak sama sekali.
Jika Anda ingin sepenuhnya merasakan kedalaman sejarah yang terkandung di tempat ini, yang terbaik adalah mengunjunginya secara langsung dan merasakan napas seribu tahun. Lihat peta di bawah ini dan rencanakan perjalanan Anda ke Anseong Juksan-ri Samcheungseoktap.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Q1. Apa ciri khas Anseong Juksan-ri Samcheungseoktap?
Ini adalah pagoda batu dengan tiga tingkat tubuh pagoda yang bertumpu pada pondasi ganda berbentuk persegi. Secara khusus, pondasi bawah menggunakan kembali bahan dari periode Silla Bersatu, dan pondasi atas dihiasi dengan ukiran daun teratai berbentuk bokryeon yang sering terlihat pada pagoda batu periode Goryeo. Tubuh pagoda yang mengecil secara drastis dari tingkat kedua ke atas juga merupakan ciri penting yang menunjukkan keindahan bentuk unik pagoda batu Goryeo.
Q2. Seperti apa Bongheopsa, tempat pagoda batu ini berada?
Bongheopsa dikenal sebagai kuil bersejarah yang telah ada sejak periode Silla Bersatu. Melalui penggalian, ditemukan genteng berukiran ‘Taehwa 6 (832 M)’, mengonfirmasi bahwa sejarahnya telah melewati seribu tahun. Ini adalah tempat yang berperan sebagai pusat penting budaya Buddha di wilayah Anseong.
Q3. Adakah hal-hal khusus yang perlu diperhatikan saat berkunjung?
Anseong Juksan-ri Samcheungseoktap adalah warisan budaya yang ditetapkan oleh negara, oleh karena itu Warisan budaya harus sangat diperhatikan untuk perlindungannya. Membuang sampah atau melakukan tindakan perusakan sama sekali dilarang, dan Anda harus menjaga sikap yang tenang saat berkunjung untuk menunjukkan pertimbangan kepada pengunjung lain. Disarankan untuk mengikuti jalur yang ditentukan saat berkunjung.
Q4. Adakah tempat lain di sekitar pagoda batu yang layak dikunjungi bersama?
Area Juksan-ri tempat pagoda batu ini berada, masih memiliki jejak bekas Bongheopsa, sehingga cocok untuk menikmati jalan-jalan yang tenang. Di dekatnya, terdapat situs-situs sejarah lain di Anseong seperti Juksan Seongji dan Chiljangsa, yang dapat Anda kunjungi bersama untuk menikmati perjalanan sejarah yang lebih kaya. Anseong Majumland juga dekat, sehingga bagus untuk pengunjung keluarga.
Q5. Apa nilai sejarah Anseong Juksan-ri Samcheungseoktap?
Pagoda batu ini menyediakan data penting untuk mempelajari proses perubahan gaya seni Buddha pada periode Silla Bersatu dan Goryeo. Secara khusus, bentuknya yang menggabungkan penggunaan kembali pondasi Silla Bersatu dan keindahan bentuk periode Goryeo adalah warisan berharga yang menunjukkan interaksi dan perubahan antara kedua periode tersebut, dan memiliki nilai tinggi sebagai peninggalan inti yang membuktikan sejarah panjang Bongheopsa.
