Teriakan para pahlawan yang melampaui waktu, Yeongam-eupseong, kisah tersembunyinya
Kisah apa yang akan disampaikan oleh jejak waktu yang menumpuk di setiap celah bebatuan benteng tua? Nama-nama yang terlupakan, di antara jejak-jejak zaman yang telah berlalu, apa yang dapat kita temukan hari ini? Di Yeongam, Jeollanam-do, Yeongam Eupseong masih berdiri dengan tenang, menyimpan keringat dan air mata rakyat jelata yang tak bernama, serta semangat prajurit kebenaran yang gagah berani.
Ini bukan sekadar tembok batu biasa. Pada akhir periode Goryeo, pembangunan dimulai untuk menghalau bajak laut Jepang (Waegu), dan pada era Joseon, tempat ini terlahir kembali dengan skala megah, dua kali lipat ukuran benteng militer. Dulunya, ini adalah medan pertempuran sengit tempat rakyat jelata mempertaruhkan nyawa mereka bersama melawan invasi asing, serta situs bersejarah di mana semangat perlawanan yang tak tergoyahkan hidup dan bernapas.
Hari ini, mari kita selami potongan sejarah yang tersembunyi di balik tembok benteng raksasa itu, dan bersama-sama kita jelajahi pesan apa yang disampaikan oleh Yeongam Eupseong kepada kita hari ini.
Tembok Batu yang Merangkum Sejarah Seribu Tahun, Perjalanan Waktu Yeongam Eupseong
Yeongam Eupseong mulai dibangun pada akhir periode Goryeo untuk melindungi tempat tinggal rakyat dari invasi bajak laut Jepang (Waegu) yang tak henti-hentinya. Kemudian, memasuki periode Joseon, setelah proyek pembangunan skala besar untuk memperluas benteng yang ada sejak tahun 1427, akhirnya pada tahun 1451, semua bagian kecuali tanggul pertahanan dan parit diselesaikan. Ukurannya memang sangat mengesankan, dengan total panjang mencapai 2.010m, menjadikannya benteng raksasa yang dua kali lebih besar dari benteng militer pada masanya.
Rahasia Teknologi Konstruksi Benteng yang Tersembunyi di Balik Skala Raksasa



Metode pembangunan Yeongam Eupseong yang terungkap melalui penggalian arkeologi tahun 2009 dengan jelas menunjukkan teknologi arsitektur benteng kota pada masa Dinasti Joseon. Dinding luar benteng dibangun dengan menumpuk batu secara kokoh setelah meratakan bukit, sedangkan dinding dalam ditambahkan kekuatannya dengan metode ‘Naetak’ (penimbunan tanah miring) menggunakan tanah yang telah diratakan. Metode konstruksi seperti ini adalah teknik cerdas yang meningkatkan stabilitas tembok benteng dan memaksimalkan kekuatan pertahanan.
- Periode Pembangunan Dimulai akhir periode Goryeo, proyek perluasan dimulai pada 1427, selesai pada 1451 (tidak termasuk tanggul pertahanan dan parit)
- Ukuran Benteng Panjang total 2.010m, sekitar 2 kali ukuran benteng militer pada masanya
- Metode Pembangunan Dinding luar terbuat dari batu, dinding dalam menggunakan metode ‘Naetak’ dengan tanah bukit
- Lokasi Sekarang Tersebar di area Dongmuri, Seonamri, Nampungri, dan Yeokri di Yeongam-eup (beberapa bagian masih tersisa di belakang Apartemen Mudeung dan gereja)
Seruan Eulmyowaebyeon, Tekad Tak Tergoyahkan yang Melindungi Yeongam Eupseong
Sejarah Yeongam Eupseong tidak dapat diceritakan tanpa menyebut cobaan besar yang dikenal sebagai ‘Eulmyowaebyeon’ pada tahun 1555. Pada waktu itu, bajak laut Jepang (Waegu) yang dengan gagah berani menerobos masuk dan menaklukkan lebih dari 10 benteng di Jeollado, mengepung Yeongam Eupseong. Di tengah krisis yang genting, rakyat Yeongam harus menanggung penderitaan pengepungan tanpa setetes air pun.
Tepat pada saat itu, Jenderal Yang Dalsa, yang tercatat sebagai pemimpin pasukan kebenaran pertama di Joseon, tampil ke depan. Jenderal Yang Dalsa, bersama dengan penduduk Yeongam yang kelelahan, bertempur dengan gigih, dan akhirnya pada tanggal 25 Mei, mereka meraih ‘Kemenangan Besar Yeongamseong’ dengan mengusir bajak laut Jepang (Waegu). Ini adalah kemenangan bersejarah di mana rakyat dan pemerintah bersatu untuk mengalahkan musuh asing, sebuah peristiwa yang menunjukkan semangat pantang menyerah yang akan dikenang sepanjang masa.
Mata Air yang Melegakan Jiwa yang Haus, Legenda Jangdoksaem
Klook.com



Konon, selama Kemenangan Besar Yeongamseong, ketika rakyat di dalam benteng menderita kehausan ekstrem, pemimpin pasukan kebenaran Yang Dalsa sendiri yang maju untuk menggali sumur. Sumur ini disebut ‘Jangdoksaem’, dan jejaknya masih ada di depan Balai Kota Yeongam hingga hari ini, secara diam-diam menjadi saksi bisu situasi genting kala itu dan hati pemimpin pasukan kebenaran yang peduli terhadap rakyatnya. Pada tahun 2019, Jangdoksaem, bersama dengan Taman Makam Jenderal pasukan kebenaran Yang Dalsa, diakui nilainya dengan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Lokal Kabupaten Yeongam.
- Latar Belakang Sejarah Pengepungan Yeongam Eupseong oleh bajak laut Jepang (Waegu) selama ‘Eulmyowaebyeon’ tahun 1555
- Kemunculan Pahlawan Jenderal Yang Dalsa, pemimpin pasukan kebenaran pertama di Joseon, dan perlawanan rakyat Yeongam
- Catatan Kemenangan Pengusiran bajak laut Jepang (Waegu) dengan ‘Kemenangan Besar Yeongamseong’ pada 25 Mei
- Sumur Legendaris ‘Jangdoksaem’ yang konon digali oleh pemimpin pasukan kebenaran Yang Dalsa untuk rakyatnya, masih ada
- Penetapan Warisan Budaya Jangdoksaem dan Taman Makam Jenderal pasukan kebenaran Yang Dalsa ditetapkan sebagai Warisan Budaya Lokal Kabupaten Yeongam pada tahun 2019
Saat Ini, Mencari Nilai dan Jejak Yeongam Eupseong yang Ada
Setelah berabad-abad berlalu, wujud megah Yeongam Eupseong tidak lagi utuh. Namun, jejak tembok benteng sepanjang sekitar 400 meter masih kokoh berdiri di belakang Apartemen Mudeung dan gereja, menceritakan kisah masa lalu kepada kita. Potongan-potongan tembok benteng yang tersisa ini bukanlah sekadar tumpukan batu, melainkan warisan berharga yang secara utuh mengandung sejarah dan identitas Yeongam.
Yeongam Eupseong, Bagaimana Kita Bisa Mengunjunginya?
- Periksa Bagian yang Tersisa Benteng yang tersisa saat ini dapat ditemukan di belakang Apartemen Mudeung dan di belakang gereja. Bagian-bagian ini menjadi petunjuk penting untuk membayangkan bentuk lama benteng kota.
- Rekomendasi Kunjungan Terkait Jika Anda mengunjungi Jangdoksaem dan Taman Makam Jenderal pasukan kebenaran Yang Dalsa yang terletak di sekitar benteng kota, Anda dapat lebih memahami makna sejarah Kemenangan Besar Yeongamseong.
- Manfaatkan Pemandu Sejarah Jika memungkinkan, disarankan untuk meminta bantuan pemandu budaya dan pariwisata Kabupaten Yeongam untuk mendengar cerita-cerita yang lebih kaya terkait benteng kota.
- Pakaian yang Nyaman Karena jalur di sekitar benteng mungkin berupa jalan tanah, disarankan untuk mengenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan saat berkunjung.
Petunjuk Arah
Yeongam Eupseong terletak di pusat Yeongam-eup, sehingga mudah dijangkau. Disarankan untuk menjelajahi area sekitar Balai Kota Yeongam dan mencari jejak-jejak benteng kota. Anda dapat memeriksa lokasi detail melalui peta di bawah.
Yeongam, Rumah Benteng Kota, Destinasi Bersejarah Lainnya untuk Dijelajahi
Setelah menjelajahi Yeongam Eupseong, perkayalah perjalanan Anda dengan bersama-sama menjelajahi situs-situs bersejarah dan budaya menarik lainnya yang disimpan oleh Yeongam. Di sekitar benteng kota, terdapat banyak tempat beragam di mana Anda dapat sepenuhnya merasakan alam dan sejarah Yeongam.
Sejarah dan Budaya Yeongam, Tempat untuk Bertemu Bersama
- Wolchulsan Gunung terkenal dengan pemandangan batuan aneh yang menakjubkan dan keindahan alam, di mana Anda dapat menikmati pemandangan indah sambil mendaki.
- Dogapsa Kuil kuno berusia seribu tahun yang terletak di kaki Gunung Wolchulsan, tempat Anda dapat menemukan warisan budaya Buddha di tengah suasana yang tenang.
- Museum Keramik Yeongam Anda dapat melihat sekilas budaya keramik tradisional Yeongam, serta mencoba langsung membuat keramik.
- Museum Seni Ha Jeong-ung Ruang budaya di mana Anda bisa mendapatkan inspirasi artistik melalui karya seni modern dan merenung sejenak, menjauh dari rutinitas sehari-hari.
Sejarah yang Tidak Boleh Dilupakan, Jejak untuk Masa Depan
Yeongam Eupseong bukan sekadar benteng kuno biasa. Ini adalah buku sejarah hidup yang sepenuhnya mengandung keberanian, kebijaksanaan, dan semangat komunitas nenek moyang kita yang rela mengorbankan diri untuk melindungi negara dan keluarga dari invasi bajak laut Jepang (Waegu). Meskipun tidak lagi utuh, setiap jejaknya mengingatkan kita pada kesulitan dan kemenangan masa lalu.
Jika Anda mengunjungi Yeongam, mengapa tidak mampir ke Yeongam Eupseong dan mengukir banyak kisah yang terkandung di dalamnya di hati Anda? Mengingat masa lalu dan merenungkan maknanya akan menjadi pelajaran penting bagi kita yang hidup di masa kini dan membentuk masa depan. Rasakan sendiri emosi sejarah yang disampaikan oleh tembok batu Yeongam Eupseong.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Q1. Kapan Yeongam Eupseong dibangun dan diselesaikan?
Yeongam Eupseong mulai dibangun pada akhir periode Goryeo dengan tujuan pertahanan terhadap bajak laut Jepang (Waegu), dan setelah proyek perluasan sejak awal Dinasti Joseon pada tahun 1427, sebagian besar benteng selesai pada tahun 1451, tidak termasuk tanggul pertahanan dan parit.
Q2. Mengapa Yeongam Eupseong memiliki makna sejarah yang istimewa?
Karena Yeongam Eupseong adalah lokasi ‘Kemenangan Besar Yeongamseong’ pada tahun 1555 selama Eulmyowaebyeon, di mana Jenderal Yang Dalsa, pemimpin pasukan kebenaran pertama di Joseon, bersama-sama dengan rakyat Yeongam, berhasil mengalahkan serangan pengepungan bajak laut Jepang (Waegu).
Q3. Bagaimana rakyat Yeongam Eupseong mengatasi krisis selama Eulmyowaebyeon?
Ketika mereka menderita kehausan ekstrem akibat pengepungan bajak laut Jepang (Waegu), Jenderal pasukan kebenaran Yang Dalsa memerintahkan untuk menggali sumur bagi rakyatnya, dan bersama dengan penduduk, mereka bertempur melawan bajak laut Jepang (Waegu) dengan semangat tak tergoyahkan dan meraih kemenangan.
Q4. Bagian mana dari Yeongam Eupseong yang dapat dilihat saat ini?
Saat ini, sekitar 400 meter dari total panjang benteng kota 2.010 meter masih tersisa. Jejak-jejak benteng dapat ditemukan terutama di belakang Apartemen Mudeung dan di belakang gereja.
Q5. Di mana saja tempat yang layak dikunjungi di sekitar Yeongam Eupseong?
Disarankan untuk mengunjungi Jangdoksaem dan Taman Makam Jenderal pasukan kebenaran Yang Dalsa di depan Balai Kota Yeongam, serta Wolchulsan, Dogapsa, dan Museum Keramik Yeongam yang juga merupakan tempat menarik untuk merasakan sejarah dan budaya Yeongam.
